Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Hantavirus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Infeksi

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Bagikan:

Hantavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan masalah serius pada manusia, terutama pada paru-paru dan ginjal. Virus ini ditularkan lewat paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. 

Belakangan, hantavirus kembali menjadi perhatian setelah terdapat laporan infeksi di kapal pesiar yang diduga terjadi antarmanusia. Meski kasusnya tergolong jarang, infeksi ini tetap perlu diwaspadai karena bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah jenis virus dari keluarga Hantaviridae yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Penularan paling sering saat ketika seseorang menghirup partikel virus dari debu yang terkontaminasi urine atau kotoran tikus.

Kasus hantavirus sempat menjadi sorotan setelah pada Mei 2026, WHO melaporkan infeksi hantavirus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius. Berbeda dengan jenis virus lain, strain Andes virus yang ditemukan pada kasus ini dapat menular antarmanusia.

Penularan antarmanusia ini terutama terjadi lewat kontak sangat dekat dan berkepanjangan dengan orang sakit. Lingkungan tertutup dengan ventilasi buruk juga mampu meningkatkan risiko paparan partikel virus di udara.

Lantas, bagaimana dengan hantavirus di Indonesia? Menurut data Kementerian Kesehatan RI, tercatat 256 kasus suspek per Mei 2026 dengan 23 kasus terkonfirmasi yang tersebar di 9 provinsi, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Menteri Kesehatan RI , Budi Gunadi Sadikin, juga menegaskan bahwa infeksi hantavirus di Indonesia berbeda dengan yang terjadi di kapal pesiar. Varian hantavirus yang beredar di Indonesia umumnya berasal dari strain Seoul virus (SEOV).

Lebih tegas lagi, Menkes RI menyebut varian hantavirus yang beredar di Indonesia memiliki tingkat kematian (case fatality rate) antara 5–15 persen. Angka ini lebih rendah dibanding varian Andes virus dengan risiko kematian mencapai 50–60 persen.

Penularan SEOV terjadi dari tikus ke manusia, bukan antarmanusia. Kasus infeksi ini dapat menunjukkan gejala mirip penyakit lain, seperti leptospirosis atau flu berat, sehingga kasus hantavirus di Indonesia kemungkinan masih sulit terdeteksi secara spesifik.

Tanda dan Gejala Hantavirus

Gejala hantavirus umumnya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah seseorang terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya kerap menyerupai flu sehingga kebanyakan orang tidak langsung menyadari adanya infeksi serius. 

Infeksi hantavirus bisa berkembang menjadi dua kondisi utama, yaitu hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

Gejala HPS

Gejala HFRS

Demam tinggi

Demam mendadak

Nyeri otot, terutama di paha dan punggung

Nyeri perut dan punggung

Tubuh lemas dan mudah lelah

Penglihatan kabur

Sakit kepala

Tekanan darah rendah (hipotensi)

Mual dan muntah

Ruam dan perdarahan ringan pada kulit

Batuk kering

Pembengkakan akibat gangguan ginjal

Sesak napas

Jumlah urine berkurang

Dada terasa berat akibat penumpukan cairan di paru-paru

Mual dan muntah

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) adalah kondisi yang menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat. Gejala awal sering tampak ringan, tetapi dapat memburuk dalam beberapa hari karena penumpukan cairan di paru-paru.

Tanda dan gejala HPS yang umum terjadi, antara lain:

  • demam tinggi,
  • nyeri otot, terutama di paha dan punggung,
  • tubuh lemas dan mudah lelah,
  • sakit kepala,
  • mual dan muntah,
  • batuk kering,
  • sesak napas, serta
  • dada terasa berat akibat cairan di paru-paru.

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) adalah bentuk infeksi hantavirus yang lebih banyak menyerang ginjal dan pembuluh darah. Tingkat keparahan gejalanya dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga menyebabkan gagal ginjal akut.

Beberapa ciri-ciri yang bisa muncul saat seseorang mengidap HFRS, meliputi:

  • demam mendadak,
  • nyeri perut dan punggung,
  • penglihatan kabur,
  • tekanan darah rendah (hipotensi),
  • ruam atau perdarahan ringan pada kulit,
  • pembengkakan akibat gangguan fungsi ginjal,
  • jumlah urine berkurang, serta
  • mual dan muntah.

Baca Juga: Superflu, Kenali Gejala, Penyebab, hingga Cara Mencegahnya

Penyebab Infeksi Hantavirus

Hantavirus adalah jenis virus yang dibawa oleh hewan pengerat, misal tikus. Virus ini keluar melalui urine, kotoran, dan air liur tikus, yang selanjutnya mencemari debu, makanan, atau permukaan benda di sekitar manusia.

Penularan kerap terjadi saat seseorang membersihkan area yang terkontaminasi virus tanpa perlindungan memadai. Saat debu beterbangan dan terhirup, virus dapat masuk ke saluran pernapasan.

Secara umum, hantavirus tidak menular antarmanusia. Akan tetapi, ada pengecualian pada strain Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan. Strain ini diketahui dapat berpindah dari manusia ke manusia melalui kontak sangat erat dan dalam waktu lama. 

Faktor Risiko Penularan Hantavirus

Risiko terinfeksi hantavirus meningkat pada orang yang sering berada di lingkungan dengan populasi tikus tinggi atau sanitasi buruk. Paparan virus juga lebih mudah terjadi pada area yang tertutup yang jarang dibersihkan. 

Karena itu, penting memahami faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi hantavirus agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal.

Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa faktor risiko infeksi hantavirus adalah sebagai berikut.

  • Bertempat tinggal di area yang banyak tikus liar.
  • Bekerja di tempat yang melibatkan paparan tikus, seperti perkebunan, konstruksi bangunan, dan pengendalian hama.
  • Membersihkan gudang, loteng, atau bangunan kosong yang lama tidak digunakan.
  • Melakukan aktivitas berkemah, berburu, atau hiking.

Pengobatan Hantavirus

Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi hantavirus, dokter akan merekomendasikan tes laboratorium, seperti tes darah, untuk mengesampingkan kondisi lain.

Pengobatan hantavirus bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala serta menjaga fungsi organ tubuh selama masa infeksi. 

Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus yang benar-benar efektif untuk semua jenis hantavirus. Penanganan medis akan berfokus pada terapi suportif dan pemantauan intensif, terutama jika pasien mengalami gangguan pernapasan atau gagal ginjal.

1. Terapi suportif

Terapi suportif bertujuan untuk membantu menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil selama infeksi berlangsung. Penanganan yang dapat dilakukan, meliputi:

  • pemberian cairan infus, 
  • penggunaan obat penurun demam, 
  • pemberian obat pengontrol tekanan darah, serta 
  • pemantauan fungsi organ dengan monitor tanda vital (vital sign monitor). 

Pada kasus berat, pasien mungkin perlu dirawat pada unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU) agar komplikasi dapat ditangani lebih cepat.

2. Oksigenasi darah

Pasien dengan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) berisiko mengalami penurunan kadar oksigen akibat penumpukan cairan di paru-paru. Oleh karena itu, oksigenasi darah menjadi bagian penting dalam pengobatan. 

Dokter akan memberikan terapi oksigen hingga bantuan ventilator dalam kondisi berat untuk membantu pasien bernapas dan menjaga suplai oksigen ke organ tubuh. 

Pada kasus yang sangat berat, dokter juga bisa melakukan prosedur ECMO (extracorporeal membrane oxygenation), alat bantu yang bekerja menggantikan sementara fungsi paru-paru dan jantung untuk menjaga kadar oksigen dalam darah tetap stabil.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan hantavirus utamanya dilakukan dengan mengurangi kontak terhadap tikus dan area yang terkontaminasi. Kebersihan lingkungan ialah langkah penting karena virus dapat bertahan pada debu atau permukaan dalam jangka waktu tertentu. 

Selain menjaga rumah tetap bersih, memakai alat pelindung juga penting ketika Anda harus membersihkan area yang berisiko terpapar kotoran tikus.

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah infeksi hantavirus yang bisa dilakukan.

  • Menutup celah yang bisa menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.
  • Menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup.
  • Membersihkan rumah secara rutin.
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor.
  • Menjaga ventilasi rumah tetap berfungsi optimal.
  • Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena debu berisiko terhirup.
  • Menggunakan cairan disinfektan saat membersihkan area terkontaminasi.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Vitamin untuk Flu Terbaik untuk Jaga Imun Tubuh

Rekomendasi Suplemen untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan rumah agar tetap higienis, beberapa suplemen membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian supaya sistem imun tetap bekerja optimal. 

Natural Farm menyediakan beberapa suplemen original yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan tubuh sehari-hari, baik untuk orang dewasa maupun anak. 

Dengan konsumsi suplemen yang tepat, tubuh menjadi lebih siap saat menghadapi paparan mikroorganisme berbahaya dari lingkungan sekitar.

1. Nutriwell My Boost

nutriwell my boost

Beli Nutriwell My Boost di Natural Farm

Jika Anda sering beraktivitas di luar rumah atau berada di lingkungan dengan risiko paparan kuman yang tinggi, sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sebagai suplemen daya tahan tubuh, Nutriwell My Boost mempunyai kandungan echinacea, vitamin C, zinc, dan beberapa nutrisi pendukung imun lainnya untuk membantu memelihara kesehatan tubuh tetap optimal.

Kandungan Echinacea purpurea pada suplemen ini berperan sebagai imunomodulator guna mengatur respons imun saat infeksi. Vitamin C juga akan bekerja sebagai antioksidan untuk membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif akibat infeksi. 

Nutriwell My Boost praktis diminum satu kali sehari. Dengan daya tahan tubuh lebih terjaga, risiko tubuh untuk mengalami infeksi berat akibat paparan virus bisa bantu ditekan.

2. Natures Plus Vitamin C 500 mg S/R

natures plus vitamin c 500 sr

Beli Natures Plus Vitamin C 500 mg S/R di Natural Farm

Vitamin C telah dikenal lama baik untuk menjaga kekebalan tubuh. Antioksidan kuat ini juga berperan membantu pembentukan sel imun dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

Nah, Natures Plus Vitamin C 500 mg S/R mengandung 500 mg vitamin C dengan teknologi sustained release yang membantu pelepasan nutrisi secara bertahap dalam tubuh. Hal ini membantu menjaga kadar vitamin C lebih stabil supaya dukungan terhadap sistem imun dapat berlangsung lebih lama. 

Untuk Anda yang sering beraktivitas di area publik atau lingkungan kurang higienis, seperti berisiko tinggi penularan hantavirus, asupan vitamin C yang cukup tentunya penting untuk mendukung respons imun tubuh yang optimal.

3. Childlife First Defense

childlife first defense

Beli Childlife First Defense di Natural Farm

Anak-anak tergolong kelompok yang berisiko terhadap infeksi. Karena itu, dukungan nutrisi yang tepat penting untuk membantu mendukung sistem imun saat anak tampak kurang fit.

ChildLife First Defense mengandung kombinasi herbal dan mineral pendukung daya tahan, seperti elderberry, olive leaf extract, Larix occidentalis, dan zinc yang umumnya digunakan untuk membantu menjaga respons imun alami tubuh. 

Bentuk cair dari vitamin daya tahan tubuh anak juga ini memudahkan pemberian kepada si Kecil. ChildLife First Defense dapat digunakan sesuai aturan pakai saat anak Anda mulai mengalami gejala, seperti pilek ringan atau tubuh terasa tidak nyaman. 

4. Wellness Echinacea + Vitamin C

wellness echinacea vitamin c

Beli Wellness Echinacea + Vitamin C di Natural Farm

Tidak hanya meregulasi sistem imun, penelitian dalam jurnal Frontiers (2023) menunjukkan potensi aktivitas antivirus Echinacea purpurea dalam kondisi dan dosis tertentu.

Untuk memperoleh manfaat tersebut, Anda bisa memakai Wellness Echinacea + Vitamin C yang mengombinasikan ekstrak echinacea dengan vitamin C untuk membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

Suplemen ini cocok dikonsumsi ketika tubuh mulai terasa lelah atau ketika aktivitas sedang padat-padatnya. Minum 1–2 kapsul per hari untuk memelihara kesehatan tubuh Anda.

Namun, hindari penggunaan suplemen yang mengandung echinacea dengan jangka waktu lama. Suplemen ini tidak dianjurkan dikonsumsi lebih dari 8 minggu.

5. Nuvita Nutri Imuno

nuvita nutri imuno

Beli Nuvita Nutri Imuno di Natural Farm

Daya tahan tubuh yang optimal penting agar aktivitas harian Anda tidak terhambat. Asupan multivitamin, mineral, dan ekstrak herbal dapat membantu menjaga imunitas tubuh Anda.

Nuvita Nutri Imuno ialah suplemen untuk membantu memelihara kesehatan dan daya tahan tubuh dengan kombinasi vitamin C, vitamin D3, zinc, echinacea, dan elderberry. 

Suplemen ini dapat digunakan secara teratur sesuai aturan pakai untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima. Nuvita Nutri Imuno ini cocok untuk Anda yang hendak memenuhi kebutuhan vitamin C dan D harian, sekaligus menjaga daya tahan tubuh bekerja optimal.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Hantavirus

Infeksi hantavirus menyebabkan penyakit apa?
Apakah hantavirus sudah ada di Indonesia?
Virus hantavirus menular lewat apa?
Bagaimana orang-orang di kapal pesiar itu tertular hantavirus?

Kategori Artikel