Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Kesehatan Pria: Kenali Risiko dan Cara Menjaganya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Ariq Yusron Fathoni

Bagikan:

Kesehatan pria sering kali baru menjadi perhatian saat keluhan mulai mengganggu aktivitas atau penyakit sudah memasuki tahap yang lebih serius. Padahal, berbagai risiko kesehatan dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas di awal.

Menjaga kesehatan sejak dini membantu menurunkan risiko berbagai penyakit dan menjaga kualitas hidup. Dengan memahami risikonya serta cara menjaga kesehatan pria, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat sebagai investasi kesehatan jangka panjang. 

Apa Itu Kesehatan Pria?

Kesehatan pria adalah suatu kondisi fisik, mental, dan reproduksi yang membuat Anda bisa menjalani aktivitas harian secara optimal. Cakupannya cukup luas, meliputi fungsi jantung, keseimbangan hormon, kesehatan mental, sampai fungsi seksual dan kesuburan.

Tubuh pria sehat tidak hanya tentang bebas dari penyakit. Anda juga harus memperhatikan energi harian, kualitas tidur, dan kestabilan emosi. Semua aspek itu saling berkaitan serta menentukan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Mengapa Kesehatan Pria Perlu Perhatian Khusus?

Pria punya harapan hidup lebih rendah dan risiko kematian lebih tinggi dibandingkan wanita. Di tahun 2023, harapan hidup pria tercatat 71 tahun dengan angka kematian 176 per 1.000 populasi, sedangkan harapan hidup wanita sebesar 76 tahun dengan angka kematian 113 per 1.000 populasi (WHO, 2025). 

Kesenjangan ini terjadi karena pria sering menunda pemeriksaan serta mengabaikan gejala awal penyakit. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kondisi lebih serius. Karena itu, kesehatan pria perlu mendapat perhatian sejak dini. 

Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Pria Subur secara Fisik dan Hitung Masa Suburnya

Masalah Kesehatan Pria yang Rentan Terjadi

Beberapa penyakit pada pria berikut ini paling umum terjadi seiring bertambahnya usia dan gaya hidup yang kurang sehat. Sebelum masuk pembahasan lengkapnya, simak terlebih dahulu rangkuman pada tabel berikut ini.

Masalah Kesehatan

Faktor Risiko Utama

Gejala Awal

Penyakit kardiovaskular

Merokok, konsumsi alkohol, kolesterol tinggi

Nyeri dada, sesak napas, mudah lelah

Penurunan testosteron

Usia, obesitas, kurang tidur

Mudah lelah, penurunan libido, suasana hati tidak stabil

Kanker prostat

Usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga

Sulit buang air kecil, nyeri panggul

Infertilitas

Gangguan hormon, gaya hidup

Kesulitan memiliki keturunan setelah 1 tahun

Gangguan kesehatan mental

Stres kronis, isolasi sosial

Perubahan suasana hati, gangguan tidur berkepanjangan

1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit jantung dan pembuluh darah lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Studi dalam jurnal Cureus (2024) menyebut bahwa tingkat penyebaran penyakit kardiovaskular pada pria sebesar 8,3%, dan wanita sebesar 6,1%.

Hal ini dapat terjadi karena pria memiliki faktor risiko tambahan, seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol, hingga faktor risiko umum, termasuk pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol. 

2. Penurunan Kadar Testosteron

Hormon testosteron berperan penting dalam menjaga massa otot, energi, mood, serta fungsi reproduksi pria. Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron menurun secara alami, yakni sekitar 1% per tahun setelah usia 30 tahun. 

Penurunan testosteron yang signifikan dapat menyebabkan perubahan, seperti mudah lelah, penurunan massa otot, dan gangguan fungsi seksual. Gaya hidup sehat membantu menjaga keseimbangan hormon testosteron.

3. Kanker Prostat

Kanker prostat adalah jenis penyakit kanker pada pria yang paling sering menyerang di usia lanjut. Penyakit prostat ini berkembang pada kelenjar prostat dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Selain karena faktor usia, risiko kanker prostat juga dapat meningkat akibat riwayat keluarga hingga perubahan genetik. Medical check up atau pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi perubahan pada prostat lebih awal.

4. Infertilitas

Infertilitas atau gangguan kesuburan pada pria bisa terjadi akibat masalah sistem reproduksi atau kualitas sperma yang buruk. Gangguan ini dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, gangguan hormon, maupun masalah pada sistem reproduksi.

Faktor pria berkontribusi pada sekitar 20% kasus infertilitas pasangan. Karena itu, menjaga kesehatan reproduksi sejak dini jadi bagian penting dari kesehatan pria secara keseluruhan.

5. Gangguan Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, juga bisa dialami pria. Akan tetapi, kondisi ini sering tidak disadari karena sebagian pria memilih memendam masalah yang dialami. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas jika dibiarkan.

Penting untuk mengenali ciri awal, meliputi perubahan mood, stres yang berlangsung lama, atau gangguan tidur. Dengan menyadari perubahan ini lebih cepat, Anda mampu mencari dukungan yang tepat untuk menjaga kesehatan mental.

Cara Menjaga Kesehatan Pria

cara menjaga kesehatan pria

Menjaga kesehatan pria tidak hanya dilakukan saat muncul keluhan, tetapi perlu jadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan pria secara menyeluruh.

1. Rutin Berolahraga 

Aktivitas fisik rutin membantu menjaga berat badan, kebugaran, dan kesehatan metabolisme pria. Kombinasi latihan kardio (berlari atau bersepeda) dan latihan kekuatan (angkat beban) dalam olahraga untuk pria dapat membantu mempertahankan massa otot.

Tinjauan dalam Journal of Functional Morphology and Kinesiology (2020) menyebut bahwa latihan ketahanan intensitas tinggi bisa membantu meningkatkan kadar testosteron hingga 30–40% setelah sesi latihan. Efek ini bersifat sementara dan bervariasi, tergantung pada intensitas serta kondisi individu.

2. Terapkan Pola Makan Sehat

Pola makan sehat berperan penting dalam menjaga energi, berat badan, serta fungsi tubuh secara keseluruhan. Pilih makanan kaya nutrisi, seperti protein rendah lemak, sayur, buah, biji-bijian, dan lemak sehat, serta batasi konsumsi gula dan makanan ultra-proses.

Asupan nutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, hingga mengurangi risiko penyakit kronis. Pola makan sehat juga mendukung kesehatan reproduksi dan keseimbangan hormon pria.

3. Tidur Cukup

Tidur yang cukup membantu tubuh melakukan pemulihan, menjaga energi, dan mendukung fungsi hormon. Pria dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur per malam untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Kurang tidur secara terus-menerus mampu memengaruhi suasana hati, fungsi metabolisme, dan kadar hormon testosteron. Maka dari itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat pada pria dewasa.

4. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang berlangsung dalam jangka panjang bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Hal ini memengaruhi kualitas tidur, pola makan, serta keseimbangan hormon.

Anda bisa melakukan aktivitas. seperti latihan pernapasan, meditasi, olahraga ringan, atau berbicara dengan orang terdekat untuk membantu mengelola stres. Menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari kesehatan pria secara menyeluruh.

5. Berhenti Merokok

Studi dalam Journal of Thoracic Disease (2020) menyebutkan merokok dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga dua kali lipat. Hal ini karena kandungan 7.000 senyawa kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah

Berhenti merokok sejak usia sekitar 40 tahun akan menurunkan risiko kematian akibat rokok hingga 90%. Meski pemulihan tubuh membutuhkan waktu 10–15 tahun, berhenti merokok tetap menjadi langkah penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan jantung.

6. Batasi Konsumsi Alkohol 

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol berdampak pada kesehatan pria, mulai dari gangguan fungsi hati, peningkatan lemak perut, hingga penurunan kadar hormon dan kualitas sperma.

Mengurangi atau berhenti minum alkohol bisa membantu tubuh bekerja lebih optimal, yakni dengan menjaga kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Mulai secara bertahap, misalnya dengan beberapa hari tanpa alkohol dalam seminggu.

7. Lakukan Medical Check-up Rutin

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala. Beberapa pemeriksaan penting bagi pria, meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan kesehatan organ reproduksi.

Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat dikurangi. Frekuensi pemeriksaan bisa disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko masing-masing individu.

8. Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih, terutama penumpukan lemak di area perut, bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan metabolik. Kondisi ini juga berkaitan dengan penurunan kadar hormon testosteron pada pria.

Menjaga berat badan ideal lewat pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin akan membantu mempertahankan fungsi tubuh. Ini juga menurunkan risiko penyakit kronis akibat obesitas, seperti penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.

9. Pertahankan Hubungan Sosial

Menjalin hubungan sosial yang baik membantu Anda menghadapi tekanan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dari keluarga, teman, atau orang terdekat dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

Jangan ragu untuk berbagi cerita saat menghadapi masalah yang sulit diselesaikan sendiri. Mendapatkan dukungan lebih awal dari orang terdekat membantu menjaga keseimbangan emosional dan kualitas hidup.

10. Perhatikan Kesehatan Prostat 

Kesehatan prostat adalah bagian perhatian penting bagi pria, terutama saat memasuki usia lanjut. Risiko gangguan prostat, termasuk kanker prostat, meningkat seiring bertambahnya usia dan faktor riwayat keluarga.

Jika Anda atau orang terdekat punya faktor risiko, meliputi berusia di atas 50 tahun, riwayat keluarga dengan gangguan prostat, atau kebiasaan merokok, disarankan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. 

Baca Juga: 17 Makanan Penambah Vitalitas Pria, Alami & Efektif!

Dukung Kesehatan Pria dengan Asupan Nutrisi yang Tepat

Tak hanya menerapkan gaya hidup sehat, tubuh juga membutuhkan nutrisi yang cukup guna mendukung berbagai fungsi penting. Beberapa pilihan suplemen berikut ini dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi pria agar tetap aktif dan bugar setiap hari. 

1. Nuvita Nutri Men

nuvita nutri men

Beli Nuvita Nutri Men 30 Kapsul di Natural Farm

Stamina yang menurun di tengah aktivitas padat biasanya jadi keluhan banyak pria dewasa. Nuvita Nutri Men hadir sebagai pelengkap harian yang memadukan enam bahan alami, di antaranya tongkat ali, pasak bumi, maca, red ginseng, cabe jawa, hingga L-arginine

Formulasi ini dirancang untuk mendukung stamina pria yang aktif sepanjang hari. Anda bisa menjadikannya bagian dari rutinitas bersama pola makan seimbang dan olahraga teratur. 

Minum suplemen ini 1 kali sehari 2 kaplet selaput sebagai pelengkap pola hidup sehat Anda, bukan pengganti pola makan bergizi maupun penanganan medis untuk kondisi tertentu. 

2. Optimum Nutrition Tribulus

optimum nutrition tribulus

Beli Optimum Nutrition Tribulus 100 Capsules di Natural Farm

Bagi Anda yang berolahraga dan ingin menjaga performa fisik maksimal, Optimum Nutrition Tribulus bisa jadi pelengkap yang tepat. Suplemen pria ini mengandung ekstrak tribulus terrestris untuk mendukung keseimbangan hormon testosteron. 

Kandungan tribulus di dalamnya dapat mendukung fungsi seksual pria, membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, mendukung pembentukan otot, serta membantu mengontrol kadar gula darah. 

Optimum Nutrition Tribulus diproduksi dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga aman jika dikonsumsi rutin. Anda dapat menjadikan produk ini sebagai pelengkap pola makan sehat dan latihan rutin, bukan sebagai obat atau pengganti makanan bergizi.

3. Natural Factors Prostcare

natural factors prostcare

Beli Natural Factors Prostcare 60 Softgels di Natural Farm

Gangguan buang air kecil di malam hari sering menjadi tanda awal masalah kesehatan pria terkait prostat. Natural Factors Prostcare memadukan pumpkin seed oil, flaxseed oil, saw palmetto, dan pygeum untuk mendukung fungsi prostat dan saluran kemih. 

Formulasi berbasis bahan alami ini cocok untuk pria dewasa yang ingin merawat kesehatan prostat sejak dini. Kandungan bahan alaminya dapat membantu meredakan gejala penyakit prostat, mendukung keseimbangan hormon, serta menjaga kesehatan prostat.

Anda dapat memadukan konsumsi rutinnya dengan cukup minum air putih dan mengurangi kafein di malam hari. Suplemen ini melengkapi pola hidup sehat dan bukan pengganti obat serta konsultasi dengan dokter urologi.

4. Solaray Maca Root

solaray maca root

Beli Solaray Maca Root 100 Capsules di Natural Farm

Akar maka dikenal baik untuk mendukung stamina dan gairah seksual. Solaray Maca Root mengandung 525 mg ekstrak akar maca per kapsul dan dikemas dalam vegcaps sehingga cocok juga untuk Anda yang menjalani pola makan vegan. 

Kandungan ekstrak akar maca ini ikut mendukung keseimbangan hormon pria. Konsumsi 2 kali sehari secara rutin untuk mengoptimalkan khasiat bagi stamina pria dan keseimbangan hormon testosteron Anda.

Jadikan suplemen ini pelengkap rutinitas bersama tidur cukup serta manajemen stres yang baik. Produk ini berfungsi sebagai pelengkap makanan bergizi, bukan menggantikannya, ataupun pengganti obat dan terapi medis yang disarankan dokter.

5. Nutriwell Plant Series Saw Palmetto

nutriwell plant series saw palmetto

Beli Nutriwell Plant Series Saw Palmetto 30 Softgels di Natural Farm

Merawat kesehatan prostat di usia produktif dapat membantu Anda menjaga kenyamanan beraktivitas di usia lanjut nanti. Nutriwell Plant Series Saw Palmetto mengandung ekstrak buah Saw Palmetto 160 mg per softgel yang untuk mendukung fungsi prostat.

Selain menjaga kesehatan prostat, suplemen ini juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih pria sehingga tidak mudah terinfeksi dan memicu gangguan prostat. Bentuk softgel yang praktis juga memudahkan Anda mengonsumsinya kapan saja.

Untuk hasil yang optimal, Anda dapat memadukan suplemen ini dengan gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Perlu diingat, suplemen ini dikonsumsi sebagai pelengkap nutrisi, bukan pengganti makanan bergizi atau obat.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Kesehatan Pria

Apa yang perlu diperhatikan dari kesehatan pria?
Penyakit dan kondisi apa yang umum dialami pria?
Bagaimana cara menjaga kesehatan pria?

Kategori Artikel