Kolesterol normal adalah kondisi saat kadar lemak dalam darah berada dalam rentang yang aman. Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan oleh tubuh dalam proses membangun sel hingga memproduksi hormon.
Masalah muncul ketika kadarnya melebihi batas normal karena mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Mengetahui angka normal kolesterol Anda merupakan langkah pertama untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Jenisnya
Secara alami, tubuh memerlukan kolesterol untuk melakukan fungsi vital, misal membentuk membran sel hingga memproduksi hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron.
Hasil pemeriksaan kolesterol terbagi ke dalam beberapa jenis dengan rentang nilai berbeda. Berikut macam-macam kolesterol yang perlu Anda pahami.
- Kolesterol total. Jumlah keseluruhan kolesterol dalam darah, mencakup LDL, HDL, trigliserida, dan komponen lainnya.
- LDL (low-density lipoprotein). Jenis kolesterol yang bisa menumpuk pada dinding arteri, menimbulkan penyumbatan, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sehingga juga disebut kolesterol jahat.
- HDL (high-density lipoprotein). Jenis kolesterol yang mampu membawa kolesterol yang berlebih dari pembuluh arteri kembali ke hati untuk dibuang dan bisa menjaga kesehatan jantung, sehingga juga disebut kolesterol baik.
- Trigliserida. Jenis lemak di dalam darah yang berasal dari kalori berlebih yang tidak digunakan oleh tubuh. Kadar trigliserida tinggi umumnya muncul bersamaan dengan LDL tinggi dan HDL rendah.
Memahami batas kolesterol normal setiap jenisnya membantu Anda menilai risiko kesehatan dengan lebih tepat. Simak selengkapnya dalam tabel berikut ini.
|
Jenis Kolesterol |
Kategori |
Nilai (mg/dL) |
|
Kolesterol Total |
Optimal |
<200 |
|
Batas Tinggi |
200–239 |
|
|
Tinggi |
≥240 |
|
|
LDL (Kolesterol Jahat) |
Optimal |
<100 |
|
Hampir Optimal |
100–129 |
|
|
Batas Tinggi |
130–159 |
|
|
Tinggi |
160–189 |
|
|
Sangat Tinggi |
≥190 |
|
|
HDL (Kolesterol Baik) |
Rendah (Berisiko) |
<40 (pria) / <50 (wanita) |
|
Normal |
40–59 |
|
|
Optimal (Protektif) |
≥60 |
|
|
Trigliserida |
Normal |
<150 |
|
Batas Tinggi |
150–199 |
|
|
Tinggi |
200–499 |
|
|
Sangat Tinggi |
≥500 |
*) Sumber: Cleveland Clinic, John Hopkins Medicine
Kadar Kolesterol Normal dari Usia dan Jenis Kelamin
Kadar kolesterol normal wanita dan pria berbeda seiring pertambahan usia. Pada umumnya, risiko kolesterol tinggi meningkat setelah usia 20 tahun dan terus bertambah seiring waktu.
Beberapa faktor, termasuk pola makan buruk, gaya hidup kurang gerak (sedenter), obesitas, merokok, konsumsi alkohol, penyakit penyerta seperti diabetes dan hipotiroidisme, hingga riwayat keluarga, memengaruhi kolesterol normal.
Pada wanita, kadar kolesterol total dan LDL umumnya lebih rendah sebelum memasuki fase menopause berkat perlindungan hormon estrogen. Setelah menopause, kadar LDL dapat meningkat sehingga pemantauan kolesterol menjadi lebih penting.
Berikut ini adalah tabel kadar kolesterol normal berdasarkan usia dan jenis kelamin yang perlu diperhatikan.
|
Kelompok Usia |
Kolesterol Total Normal |
LDL Normal |
HDL Normal |
|
Anak (di bawah 19 tahun) |
<170 mg/dL |
<110 mg/dL |
>45 mg/dL |
|
Pria (20 tahun ke atas) |
<200 mg/dL |
<100 mg/dL |
≥60 mg/dL |
|
Wanita (20 tahun ke atas) |
<200 mg/dL |
<100 mg/dL |
≥60 mg/dL |
*) Sumber: MedlinePlus
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Cara Mengetahui Angka Kolesterol
Satu-satunya cara akurat untuk mengetahui angka normal kolesterol Anda adalah melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini disebut lipid panel atau profil lipid darah yang akan mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida sekaligus.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan kolesterol.
- Puasa selama 9–12 jam sebelum pengambilan darah agar hasilnya akurat.
- Hindari olahraga berat dalam 24 jam sebelum tes dilakukan.
- Informasikan obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi kepada dokter.
Hasil pemeriksaan tersebut akan dibandingkan dengan batas kolesterol normal sesuai usia, jenis kelamin, hingga kondisi kesehatan Anda. Selanjutnya, dokter Anda akan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai.
Cek kolesterol pertama kali sebaiknya dilakukan saat usia 20 tahun. Kemudian, lakukan cek ulang setiap 5 tahun untuk orang sehat seperti dilansir dari laman MedlinePlus.
Pemeriksaan lebih sering dibutuhkan saat Anda memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Sementara itu, bagi pria berusia 45–65 tahun dan wanita berusia 55–65 tahun, cek kolesterol sebaiknya dilakukan setiap 1–2 tahun.
Tips Menjaga Batas Kolesterol Normal
Orang yang mengidap kolesterol tinggi tidak selalu membutuhkan obat-obatan. Dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup terlebih dahulu untuk dapat mempertahankan angka normal kolesterol dalam jangka panjang.
Berikut ini adalah beberapa cara mudah menjaga kolesterol normal yang bisa Anda lakukan.
1. Perbaiki pola makan
Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, mentega, serta makanan olahan. Sebaiknya, perbanyak konsumsi serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian yang dapat membantu menurunkan kadar LDL.
Selain itu, konsumsi ikan berlemak, seperti salmon, tuna, atau kembung, yang mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk mendukung peningkatan kadar kolesterol HDL.
2. Olahraga teratur
American Heart Association (AHA) menyarankan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang, seperti berjalan kaki cepat atau bersepeda.
Tambahkan juga latihan kekuatan otot atau resistance training sebanyak 2 kali tiap minggu. Kombinasi aktivitas ini mampu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, termasuk dapat membantu meningkatkan HDL serta menurunkan LDL dan trigliserida.
3. Kelola berat badan
Kelebihan berat badan berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.
Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2020) menyebutkan bahwa menurunkan berat badan sebesar 5–10% saja mampu memberikan dampak positif terhadap profil lipid Anda.
4. Hindari merokok dan batasi alkohol
Merokok menurunkan kadar HDL secara signifikan. Tak hanya itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga berisiko meningkatkan kadar trigliserida di dalam darah.
Karenanya, untuk menjaga dan mempertahankan kadar kolesterol normal sebaiknya hindari merokok dan batasi minum minuman beralkohol.
5. Pertimbangkan suplemen pendukung
Beberapa suplemen, seperti omega-3, CoQ10, dan bawang putih, punya potensi membantu mendukung kadar kolesterol normal sebagai pelengkap pola hidup sehat.
Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai minum suplemen apa pun, terlebih jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Baca Juga: Hindari Ini, 10 Daftar Pantangan Kolesterol yang Berbahaya!
Rekomendasi Suplemen untuk Dukung Kolesterol Normal
Menjaga kolesterol normal cenderung lebih mudah ketika pola hidup sehat didukung dengan suplemen berkualitas. Di bawah ini adalah rekomendasi suplemen untuk mendukung angka normal kolesterol yang bisa Anda temukan di Natural Farm.
1. Natures Health Omega 3-6-9

Beli Natures Health Omega 3-6-9 di Natural Farm
Susah mendapat asupan asam lemak yang cukup hanya dari makanan sehari-hari? Natures Health Omega 3-6-9 hadir sebagai solusi praktis. Suplemen ini memadukan tiga jenis asam lemak esensial, yaitu omega-3, 6, dan 9, dalam satu softgel yang mudah dikonsumsi.
Omega-3 bisa membantu mendukung kadar HDL dan trigliserida yang sehat. Sementara itu, omega-9 berpotensi membantu menjaga kadar LDL tetap dalam batas normal.
Suplemen ini cocok untuk Anda yang ingin menjaga kolesterol normal, terutama jika asupan ikan berlemak dalam pola makan masih kurang. Namun, penting diingat bahwa suplemen bukan pengganti makanan, jadi tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat, ya!
2. Natures Plus Garlic and Parsley Oil

Beli Natures Plus Garlic and Parsley Oil di Natural Farm
Bawang putih dikenal lama baik bagi menjaga kesehatan jantung, tetapi baunya yang tajam kerap jadi kendala. Di sinilah Natures Plus Garlic and Parsley Oil mengatasi masalah itu.
Setiap softgel mengandung 2,5 mg garlic oil (setara 500 mg bawang putih segar) serta 1 mg parsley oil sebagai penetral bau alami.
Senyawa aktif dalam bawang putih, yaitu allicin, diketahui bisa membantu mendukung kadar kolesterol normal dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Suplemen ini bukan pengganti obat kolesterol yang diresepkan dokter. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum memulai konsumsi rutin.
3. Wellness Chitosan

Beli Wellness Chitosan di Natural Farm
Ingin cara yang lebih alami untuk membantu mengontrol penyerapan lemak dari makanan? Wellness Chitosan bisa menjadi pilihan.
Chitosan adalah serat alami yang berasal dari cangkang krustasea. Kandungan ini bekerja dalam saluran pencernaan dengan mengikat sebagian lemak dan kolesterol dari makanan, sehingga kadar lemak yang diserap ke aliran darah dapat berkurang.
Suplemen dari Wellness ini baik dikonsumsi 1 kapsul 30–60 menit sebelum makan. Untuk hasil optimal, barengi dengan pola makan sehat dan berolahraga rutin sebagai dukungan tambahan untuk menjaga angka kolesterol normal.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini, terlebih bila Anda alergi terhadap produk laut.
4. Natural Factors Coenzyme Q10

Beli Natural Factors Coenzyme Q10 di Natural Farm
Jantung membutuhkan energi besar untuk bekerja setiap detik. CoQ10 merupakan senyawa kunci yang mendukung produksi energi tersebut, di mana kadarnya di dalam tubuh menurun seiring bertambahnya usia.
Natural Factors Coenzyme Q10 menghadirkan coenzyme Q10 (CoQ10) dalam kapsul yang gampang dikonsumsi. Suplemen ini dirancang untuk membantu mendukung fungsi jantung dan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh.
Penggunaan suplemen CoQ10 direkomendasikan bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun atau sedang mengonsumsi obat statin, karena statin bisa mengurangi kadar CoQ10 alami dalam tubuh. Pastikan konsultasi dengan dokter sebelum minum suplemen ini.
5. Kyolic Omega-3

Beli Kyolic Omega-3 di Natural Farm
Suplemen omega-3 biasa sudah umum. Nah, Kyolic Omega 3 hadir dengan formulasi yang berbeda dan kandungan yang lebih kaya. Suplemen ini menggabungkan manfaat minyak ikan dan bawang putih organik yang telah melalui proses aging khusus.
Kombinasi ini menghasilkan kandungan EPA dan DHA yang lebih tinggi dibanding suplemen omega-3 biasa. Tercukupinya kebutuhan asam lemak esensial bisa membantu menurunkan trigliserida dan mendukung sirkulasi darah untuk menjaga kadar kolesterol normal.
Formula tanpa bau (odorless) serta tidak mengiritasi lambung membuat suplemen ini pilihan nyaman, termasuk bagi Anda yang sensitif terhadap suplemen minyak ikan.
Perlu diingat bahwa suplemen bukan pengganti terapi medis. Bicara dengan dokter sebelum memulai konsumsi suplemen, terlebih jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah.



